Tidak Sekadar Mobil Niaga Bagian 2


Kami dengan sengaja melakukan pengereman mendadak dari kecepatan 60 km/jam, alhasil Anti-lock Braking System (ABS) pun aktif. Meski begitu, Hilux masih bisa dikendalikan padahal dalam kondisi kontur jalan gravel sekali pun. Ternyata tidak hanya ABS yang membantu Hilux tetap bisa dikendalikan saat pengetesan tersebut. Hilux juga memiliki fitur baru untuk mendukung keselamatannya, yaitu Vehicle Stability Control (VSC). Dengan adanya fitur VSC, dapat meminimalisir terjadinya gejala oversteer atau understeer.

Pengetesan pun dilanjutkan dengan medan yang dibuat khusus agar bodi Hilux mengalami posisi yang miring. Pada posisi ini, satu ban belakang dibuat terangkat. Tentu dalam kondisi tersebut, Hilux akan susah terlepas dari medan itu, meskipun Hilux generasi ke-delapan ini telah menaikan travel suspensi hingga 8,7 cm. Tenang saja, karena Hilux telah memiliki Rear Differential Lock. Fitur sistem penggerak tersebut berfungsi membagi torsi roda belakang secara merata antara roda kanan dan kiri. Efeknya, Hilux akan lebih mudah lolos pada medan tersebut, karena kedua ban tetap terjaga traksinya.

Bicara soal mesin Hilux memang tidak ada perubahan. Pihak Toyota masih mempercayai Hilux menggunakan mesin 2KD-FTV VNT, dimana mesin ini digunakan juga pada pendahulunya. Agar tenaga yang disalurkan mesin lebih optimal, Hilux kini menggunakan transmisi manual terbaru 6-speed. Berubahnya gigi rasio, apakah ia mampu mencatat akselerasi lebih baik? Kita lihat nanti pada edisi Test Drive. Satu lagi yang harus diinformasikan, meski ia terlahir sebagai mobil niaga, Hilux tetap memberikan kenyamanan melalui bantingan suspensi yang empuk dan kesenyapan kabin yang bertambah dibandingkan pendahulunya.

+ There are no comments

Add yours