Mencintai Lingkungan Lewat Barang Bekas


Jadikan sampah sebagai teman, bukan musuh yang harus diperangi. Itulah moto yang dipegang teguh Lumintu, sebuah komunitas yang menyulap sampah menjadi barang berdaya jual. “Lumayan itung-itung nunggu tutup usia. Kalau disingkat jadi Lumintu,” tutur Slamet Riyadi, pencetus sekaligus pendiri Lumintu, ketika menanyakan arti kata Lumintu—nama komunitas ini.

Baca juga : Distributor Jual genset di Jakarta

Slamet bersama Lumintu telah memberikan sumbangsih besar kepada lingkungan berkat usaha daur ulang sampah yang mereka ditekuni. Lumintu merupakan sebuah industri rumah tangga yang mengkreasikan anyaman dari sampah industri dan rumah tangga dengan memberdayakan ibu-ibu lansia.

Komunitas ini telah ada sejak tahun 1998, kala itu ada 2 orang yang menekuninya. Tujuan mereka pun awalnya tidak muluk-muluk; hanya ingin menghabiskan masa tua dengan melakukan kegiatan yang dapat menghasilkan rupiah. “Awalnya, kami membuat tikar dari daun pandan, tapi karena prosesnya rumit dan memakan waktu lama, kami akhirnya mencari bahan pengganti. Tahun 2000-an kami sudah memanfaatkan limbah industri dan rumah tangga, seperti kemasan pasta gigi, pestisida, susu, dan obat-obatan,” ujar Slamet lagi.

Bak gayung bersambut, karya mereka pun disukai karena terbilang unik dan kreatif. Sampah industri yang awalnya hanya barang rongsok mereka sulap menjadi barang cantik berdaya jual. Saat ini kreasi kerajinan tangan yang telah mereka hasilkan antara lain tas, bunga hias, hiasan natal, dan lainnya. Pelatihan Cuma-cuma Komunitas Lumintu sadar bahwa apa yang mereka lakukan dapat memberikan sumbangsih besar pada lingkungan.

Slamet dan kawan-kawan. merasa kegiatan mereka sangat positif sehingga ia pun mengajak siapa saja yang memiliki barang bekas dapat mengirimkan ke tempatnya untuk diubah menjadi barang berdaya guna. Tidak hanya itu, ia juga memberikan pelatihan kepada masyarakat yang ingin belajar mendaur ulang barang-barang bekas tersebut. “Yang ingin belajar bagaimana cara membuat barang bekas menjadi sesuatu yang berguna silakan datang ke kami, nanti kami berikan pelatihan, dan itu gratis,” tutur Slamet mengajak.

Prosedurnya mudah. Anda hanya perlu mengunjungi komunitas ini dan mengajukan keinginan untuk pelatihan. Komunitas Lumintu nantinya akan menyurvei lokasi pelatihan dan mendata siapa saja yang akan ikut. Pelatihan tersebut pun telah menyita perhatian di berbagai kalangan usia, sehingga anggota mereka tidak lagi para lansia, tapi siapa pun mereka yang ingin mengetahui manfaat sampah dan bagaimana mengkreasikannya.

+ There are no comments

Add yours