Mencintai Lingkungan Lewat Barang Bekas II


Hingga saat ini Slamet Riyadi berhasil membina 160 orang yang tersebar di berbagai kota di Jakarta, dengan total 40 orang anggota. Menyasar Dunia Anak-anak Ketenaran nama Lumintu tidak hanya terdengar di kalangan rumah tangga. Saat ini sekolah-sekolah pun mulai akrab dengan nama Lumintu. Kenapa? Hal ini berkat kreasi mereka yang unik, yakni membuat robot, yang merupakan mainan dari barang-barang bekas yang digandrungi anak-anak.

“Kami menamakannya robot daur ulang, karena dibuat dari barang-barang apa saja yang tidak terpakai,” tutur Slamet. Ekspansi Lumintu ke ranah dunia anak ini memberikan respon positif yang lagi-lagi membuat nama Lumintu besar. Bahkan saat ini, banyak sekolah yang mengundang mereka untuk memberikan pelatihan bagaimana menanggulangi sampah.

Usaha laku keras, pelatihan di mana-mana, menyabet berbagai penghargaan mengenai lingkungan dan pesanan yang terus berdatangan. Komunitas Lumintu pun berkembang dari komunitas tanpa nama menjadi komunitas peduli lingkungan yang disegani masyarakat. Lumintu mengajarkan kita untuk menjadikan sampah sebagai teman, bukan musuh yang harus diperangi.

+ There are no comments

Add yours